Rabu - 05 Juli 2017 - pukul 16:54:37 WIB
Promosi Perpustakaan Dalam Meningkatkan Budaya Baca Pada Masyarakat

Membaca dalam arti yang umum adalah melakukan berbagai kegiatan yang dapat memperkaya pengetahuan, serta memperluas wawasan untuk dapat membentuk watak dan sikap yang menyebabkan pengetahuan seseorang tumbuh.

Membiasakan diri untuk membaca secara terus menerus setiap hari dan sepanjang waktu, maka lambat laun akan tertanam perasaan selalu ingin tahu, yang akan mendorong untuk mencari sumber dan kebenarannya. Sumber informasi ini bisa melalui dari buku, surat kabar, majalah, televisi,  maupun radio.

Dari kebiasaan membaca itu dikembangkan menjadi kebiasaan membaca bagi seluruh lapisan masyarakat.  Membaca awalnya hanya sekedar dipromosikan oleh perpustakaan, kemudian akan menarik pengunjung untuk berkunjung ke perpustakaan dan membaca buku.  Kemudian akan timbul suatu selera atau kebutuhan akan bahan bacaan dan menjadi membudidaya di kalangan masyarakat.

Memang tidak mudah mewujudkan hal itu, semua butuh kerja keras untuk mewujudkannya.  Peran perpustakaan memiliki peran strategis dalam menumbuh kembangkan minat baca sesuai dengan tugas dan fungsi pokok perpustakaan memberikan palayanan informasi untuk menunjang program belajar, baik dalam usaha pendalaman dan penghayatan pengetahuan, penguasaan keterampilan, maupun penerapan dan pengembangan sikap dan nilai.  Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan masih rendahnya minat baca di kalangan masyarakat diantaranya :

- Bahan bacaan yang tidak sesuai apa yang dibutuhkan

- Kemajuan teknologi yang lebih menarik

- Keberadaan perpustakaan yang kurang terjangkau oleh masyarakat (kurang stategis)

- Belum adanya kesadaran akan pentingnya membaca.

Hal yang demikian menjadi tugas utama perpustakaan terutama pengelola perpustakaan untuk bisa mencarikan jalan atau solusi yang terbaik guna menciptakan budaya baca di kalangan masyarakat.  Pembinaan dan promosi perpustakaan adalah upaya menyadarkan masyarakat tentang pentingnya perpustakaan bagi kehidupan di masyarakat.

Perpustakaan sebaiknya memiliki kebijakan tertulis menyangkut promosi serta strategi yang akan digunakan sesuai dengan manajemen perpustakaan.  Ada beberapa kegiatan yang dapat dijadilkan sarana promosi perpustakaan, misalnya mengadakan pameran buku-buku, membuat terbitan informasi mengenai jam buka, jasa dan koleksi terbaru perpustakaan, memberikan informasi tentang kegiatan perpustakaan kepada semua lapisan masyarakat, sebagai contoh menyelenggarakan berbagai lomba karya tulis ilmiah, lomba cipta dan baca puisi, lomba bercerita dan lain sebagainya.

Melalu kegiatan tersebut, maka promosi dapat dijalankan dengan baik guna menarik masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan.  Kemudian mensosialisasikan kegiatan perpustakaan pada pengguna untuk kemudian dijadikan mitra untuk bekerjasama membangun kebiasaan membaca dikalangan masyarakat..

(Oleh : Welasati)