Jumat - 25 Mei 2018 - pukul 17:20:45 WIB
Melihat Pernak pernik Khas Kalbar

Motif Dayak dan Corak Insang Masih Primadona

Libur akhir tahun memang menjadi momentum pedagang, khususnya toko pernak – pernik khas Kalbar, menjual dagangannya, di komplek toko PSP (Kebon Sayoek), Jalan Pattimura, ramai dikunjungi pembeli. Di deretan ruko ini terdapat banyak oleh – oleh khas Kalbar yang ditemui, mulai dari perhiasan, kain, hingga makanan khas.

Tempat ini dikenal sebagai pusat oleh – oleh khas Kalbar. Di sini bisa ditemui bermacam – macam barang yang menjadi identitas Kalimantan Barat. Semua toko menawarkan keragaman yang khas dengan pernak – pernik suku Dayak dan Melayu. Ada perhiasan khas Dayak yang terbuat dari manik – manik, pakaian adat, tameng dengan ukiran yang menawan hingga ragam tas yang dilapisi manik bermotif dayak. Tidak hanya itu, ada juga barang – barang khas Melayu, seperti tanjak hingga kain bermotif corak insang.

Harganya juga beragam, seperti yang terdapat di Toko Arwana 2, toko ini menyediakan beragam perhiasan khas Dayak dan Melayu, ada kalung yang terbuat dari anyaman manik hingga tongkat dari kayu ulin yang memiliki hiasan motif Dayak.

Penjaga toko, John mengatakan, setiap hari selalu ada yang mencari pernak – pernik khas Kalbar, untuk pernak – pernik yang paling diminati adalah dompet manik, namun belakangan kain – kain motif Dayak dan Corak Insang menjadi primadona. Pada bulan – bulan tertentu pengunjung bisa sangat ramai. Misalnya saja pada momentum libur tahun baru. “Bulan Januari, April, dan Oktober juga bisa ramai,” katanya.

Mulai menjual oleh – oleh khas Kalbar sejak belasan tahun lalu, dia mengatakan untungnya sehari bisa mencapai tiga juta, namun ketika sedang ramai pengunjung omset yang didapat sekitar enam juta perhari. Namun dia mengatakan pengunjung tahun 2017 agak sepi dibanding tahun sebelumnya. Dia menilai masyarakat kini lebih menyukai oleh – oleh yang mudah dibawa seperti makanan.

Meski demikian, seorang pengunjung, Apri, mengatakan PSP masih menjadi tempat yang selalu dituju pendatang karena di sini tersedia berbagai aneka oleh – oleh khas Kalbar.

Pemuda asal Sekadau yang sedang mencari gelang untuk teman – teman di Malang, memang sengaja pergi ke sini karena taunya cuma di sini yang menjual oleh – oleh khas Kalbar yang lengkap. Mulai dari pernak – pernik sampai makanan,” pungkasnya.

Seorang penjaga toko di deretan ruko PSP yang menjual pernak – pernik khas Dayak, Hairul Hakim, mengatakan pernak – pernik ini umumnya dibuat oleh pengrajin yang sudah tua. Dia mengatakan, nyaris tidak pernah menemui pengrajin anyaman manik yang masih muda.

“Pengrajin yang saya temui kebanyakan ibu – ibu, katanya memang jarang menjumpai anak muda yang bisa menganyam manik, mereka umumnya sibuk sekolah atau bekerja,” katanya.

Sumber : TribunPontianak