Senin - 19 Desember 2016 - pukul 20:35:47 WIB
13 Finalis dapat pembekalan di Empat lokasi

MENUJU malam penganugerahan Duta Baca Kalbar 2016 yang akan digelar, Kamis (3/11) malam ini, sebanyak 13 finalis telah mengikuti sesi pembekalan seharian penuh, Rabu (2/11) kemarin. Ada empat lokasi yang dikunjungi mulai dari  Perpusda Kalbar, Perpustakaan Untan, rumah tokoh baca Kalbar Syafaruddin Usman dan Redaksi Pontianak Post. 

Mulai pukul 08.30 WIB, peserta sudah berkumpul di Perpusda Kalbar. Di lokasi pertama ini para finalis mendapat pengarahan langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan Kalbar Ir Untad Dharman M.Si. Banyak hal yang disampaikannya mulai dari manajemen perpustakaan hingga upaya peningkatan minat baca di provinsi ini. 

Banyak program yang sudah dilakukan, seperti peningkatan jam operasional yang lebih lama. Saat ini Perpusda sudah dibuka pukul 08.00 sampai 22.00. Kemudian banyak koleksi-koleksi buku yang terus bertambah hingga mencapai ribuan. 

Untad juga memotivasi para finalis untuk memiliki mimpi yang positif. Dan tanpa menyerah untuk menggapainya. Salah satu caranya dengan banyak membaca karena dapat mengasah imajinasi. “Dengan imajinasi yang terlatih seseorang akan lebih inovatif dan tidak cepat putus asa,” katanya.

Sebagaimana yang dialami Perpusda Kalbar, awalnya hanya berupa gedung sederhana, koleksi buku terbatas dan jumlah pengunjung yang sangat sedikit. “Dulu pengunjugnya paling bisa dihitung jari, sekarang sudah bisa mencapai 500-an orang per hari,” tandasnya. 

Setelah makan siang  dan istirahat, finalis selanjutnya mengunjungi perpustakaan pribadi milik Syafarudin Usman MHD. Mereka dapat melihat bagaimana sososk Syafarudin, seorang pencinta dan kolektor buku. Kunjungan ini diharapkan dapat menulurkan kecintaan terhadap buku kepada peserta.

Terkait kegiatan ini, Syafarudin memberikan komentar positif. Penulis dan pengoleksi buku ini tampak senang ketika kediamannya dikunjungi sejumlah finalis duta baca. Dihadapan finalis, ia menunjukkan sejumlah koleksi bukunya, baik itu tentang budaya, politik, hukum, hingga agama. “Anak muda, terutama mahasiswa harus mau membaca agar ilmu dan wawasannya luas. Tak hanya sekadar membaca tetapi juga mampu mengaplikasikannya dan peka terhadap isu-isu di sosial kemasyarakatan,” ucapnya. 

Dia menilai, minat baca dikalangan masyarakat masih tinggi. Hal ini dibuktikan dengan banyak pembeli buku di toko buku. Harapannya buku masih tetap menjadi jendela ilmu dan jendela peradaban. “Toko buku laris. Orang buka stand jualan buku, dibeli orang bukunya. Itu menandakan minat baca masyarakat tinggi. Orang punya kemauan untuk mengetahui segala sesuatu lewat membaca,” terang dia. 

Finalis juga diajak berkunjung ke Perpustakaan Universitas Tanjungpura. Mereka berdiskusi  tentang dinamika dunia perpustakaan. Septiana Bahraini, Kepala UPT Perpustakaan Untan mengatakan bahwa kegiatan ini sangat baik untuk mendorong minat baca anak muda, sehingga datang ke perpustakaan bukan hanya karena ada tugas saja. “Harapannya program ini  bisa dilakukan setiap tahun, agar semakin banyak anak muda yang mau mengampanyekan pentingnya  membaca,”  pungkasnya. Setelah itu sore harinya, kunjungan terkahir ke redaksi Pontianak Post. Seluruh finalis mendapatkan pembekalan oleh salah satu Redaktur Pelaksana, Khairul Rahman. Membahas hal-hal yang berhubungan dengan keredaksian surat kabar dan jurnalistik./PontianakPost